Memilih Jenis Cat
Panduan Mengecat
Masalah dan Solusi

Tanyakan pada ahlinya!

Punya pertanyaan seputar tembok hunian Anda? Kami selalu senang untuk membantu permasalahan Anda! Tuliskan pertanyaan Anda pada form di bawah, lalu nantikan jawaban dari kami melalui e-mail.

Masalah dan Solusi

Berikut adalah masalah yang kerap ditemukan seputar pengecatan, beserta solusi yang dapat Anda terapkan. Apabila Anda memiliki permasalahan tembok lainnya, silakan hubungi kami melalui form di samping. Kami selalu senang untuk membantu permasalahan Anda!

   

Ditandai dengan adanya pembentukan bubuk kapur halus pada permukaan lapisan cat dan jika disapu oleh tangan akan meninggalkan noda halus.

Penyebab:

  • Pemakaian cat berkualitas kurang baik dengan konsentrasi bahan perekat sangat rendah.
  • Mengaplikasikan cat interior di area eksterior sehingga terjadi kerusakan pada bahan perekat akibat sinar UV matahari.
  • Pengenceran secara berlebihan menyebabkan konsentrasi bahan perekat menjadi rendah sehingga daya lekat cat menurun.

Pencegahan:

  • Gunakan cat dengan kualitas baik dan aplikasikan sesuai dengan yang direkomendasikan (interior/eksterior), dan tidak melakukan pengenceran secara berlebihan.
  • Gunakan cat dasar untuk membantu meningkatkan daya lekat cat.

Perbaikan:

  • Bersihkan lapisan cat yang mengapur sampai ke permukaan tembok dengan cara pengamplasan dan pengerokan.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir sesuai kebutuhan.

   

Ditandai dengan terbentuknya gelembung- gelembung di permukaan lapisan cat akibat adanya uap air yang terperangkap di antara permukaan tembok dan lapisan cat dan pada beberapa kasus jika gelembung tersebut dipecahkan akan mengeluarkan air.

Penyebab:

  • Pengecatan dilakukan pada tembok yang belum kering sempurna sehingga permukaannya menjadi lembab dan basah.
  • Terdapat kebocoran pada sistem pipa atau keretakan pada struktur bangunan sehingga menimbulkan rembesan air ke permukaan tembok.
  • Pengecatan dilakukan sekaligus tebal pada kondisi cuaca sangat panas sehingga permukaan lapisan cat mengering lebih cepat dibandingkan lapisan cat bagian bawah yang masih banyak mengandung uap air.

Pencegahan:

  • Tembok harus sudah kering sempurna sebelum dilakukan pengecatan.
  • Pastikan tidak terdapat kebocoran pada sistem pipa dan keretakan pada bangunan.
  • Hindari pengecatan saat kondisi cuaca sangat panas atau cuaca yang lembab dan basah.

Perbaikan:

  • Bersihkan lapisan cat yang menggelembung sampai ke permukaan tembok dengan cara pengamplasan dan pengerokan.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir sesuai kebutuhan.

   

Terdapat dua bentuk pengelupasan pada lapisan cat yaitu pengelupasan karena menurunnya daya lekat dan akibat tingginya kelembaban pada tembok.

1. Lapisan cat mengelupas karena menurunnya daya lekat

Penyebab:

  • Pemakaian cat berkualitas kurang baik dengan konsentrasi bahan perekat sangat rendah.
  • Pengecatan dilakukan di atas permukaan substrat yang kotor dan berminyak.
  • Pengenceran dilakukan secara berlebihan sehingga konsentrasi bahan perekat menurun dan daya lekat cat menjadi rendah.
  • Pada proses pengecatan ulang, aplikasi dilakukan di atas lapisan cat lama yang daya lekatnya sudah tidak baik dan umumnya lapisan cat lama akan ikut terangkat.
  • Pemakaian plamuur dengan kualitas rendah menyebabkan lapisan cat tidak dapat melekat dengan baik dan umumnya plamuur akan ikut terangkat dan melekat pada bagian bawah lapisan cat yang mengelupas.

Pencegahan:

  • Gunakan cat dengan kualitas baik ,aplikasikan sesuai dengan yang direkomendasikan (interior / eksterior), dan tidak melakukan pengenceran secara berlebihanan.
  • Permukaan yang akan dicat harus bersih terbebas dari debu, minyak dan kotoran lainnya.

Perbaikan:

  • Hindari mengaplikasikan plamuur ke seluruh permukaan tembok terutama area eksterior.
  • Bersihkan lapisan cat yang mengelupas sampai ke permukaan tembok dengan cara pengamplasan dan pengerokan.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir sesuai kebutuhan.

2. Lapisan cat mengelupas karena tingginya kelembaban pada tembok

Penyebab:

  • Terdapat kebocoran pada sistem pipa atau keretakan pada struktur bangunan sehingga menimbulkan rembesan air ke permukaan tembok.
  • Pengecatan dilakukan pada tembok yang belum kering sempurna sehingga permukaannya menjadi lembab dan basah.

Pencegahan:

  • Pastikan tidak terdapat kebocoran pada sistem pipa dan keretakan pada bangunan.
  • Lakukan pengecatan pada kondisi cuaca dan sirkulasi udara yang baik.

Perbaikan:

  • Perbaiki tembok yang mengalami keretakan dan kebocoran.
  • Bersihkan lapisan cat yang mengelupas sampai ke permukaan tembok.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir sesuai kebutuhan.

   

Ditandai dengan adanya kerak dan endapan garam-garam tembok berbentuk kristal halus putih yang bersifat alkali pada permukaan lapisan cat dan umumnya terjadi pada tembok baru.

Penyebab:
Adanya proses pengerasan semen/reaksi curing yang belum sempurna dan tingginya tingkat kelembaban di dalam tembok, sehingga garam-garam alkali dari material semen dan batu bata terlarut dalam air dan naik ke permukaan lapisan cat melalui proses penguapan.

Pencegahan:

  • Pengecatan sebaiknya dilakukan setelah proses pengerasan semen/reaksi curing tembok sempurna, tingkat kelembaban tembok rendah dan kadar alkali tembok berada pada pH aman.
  • Pastikan tidak terdapat kebocoran pada sistem pipa dan keretakan pada bangunan.
  • Gunakan cat dengan kualitas baik ,aplikasikan sesuai dengan yang direkomendasikan (interior/eksterior), dan tidak melakukan pengenceran secara berlebihan.
  • Gunakan cat dasar yang memiliki kemampuan menahan alkali.

Perbaikan:

  • Jika daya lekat cat masih baik lakukan pengamplasan dan jika lapisan cat mengalami kerusakan lakukan pengerokan sampai ke permukaan tembok.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir sesuai kebutuhan.

  

Terdapat dua bentuk perubahan warna pada lapisan cat yaitu perubahan warna secara tidak merata di beberapa bagian permukaan tembok dan penurunan intensitas warna secara merata di seluruh permukaan tembok.

1. Perubahan warna secara tidak merata

Penyebab:

Pengecatan dilakukan pada tembok yang kadar alkalinya masih tinggi sehinggi merusak pigmen warna dan bahan perekat di dalam cat dan menimbulkan perubahan warna yang tidak merata pada lapisan cat.

Pencegahan:
Pengecatan sebaiknya dilakukan setelah proses pengerasan semen/reaksi curing tembok sempurna, tingkat kelembaban tembok rendah dan kadar alkali tembok berada pada pH aman

Perbaikan:

  • Jika daya lekat cat masih baik lakukan pengamplasan dan jika lapisan cat mengalami kerusakan lakukan pengerokan sampai ke permukaan tembok.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER WALL PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir PERMACOAT MATTE FINISH atau PERMACOAT EXTERIOR.

2. Perubahan warna secara merata

Penyebab:
Mengaplikasikan cat interior di area eksterior sehingga terjadi kerusakan pada pigmen warna akibat pengaruh sinar UV matahari, hal ini ditandai dengan penurunan warna secara merata pada lapisan cat di seluruh permukaan tembok.

Pencegahan:
Gunakan cat dengan kualitas baik ,aplikasikan sesuai dengan yang direkomendasikan (interior / eksterior), dan tidak melakukan pengenceran secara berlebihanan.

Perbaikan:

  • Jika daya lekat cat masih baik lakukan pengamplasan dan jika lapisan cat mengalami kerusakan lakukan pengerokan sampai ke permukaan tembok.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER WALL PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir PERMACOAT MATTE FINISH atau PERMACOAT EXTERIOR.

   

Ditandai dengan adanya bercak-bercak basah di permukaan lapisan cat yang terasa lembab di tangan.

Penyebab:

  • Terdapat kebocoran pada sistem pipa atau rembesan air melalui permukaan tembok yang mengalami keretakan.
  • Pengecatan dilakukan pada kondisi cuaca yang lembab dan basah.
  • Pengecatan dilakukan pada tembok yang belum kering sempurna, sehingga permukaannya menjadi lembab dan basah.
  • Pemakaian plamuur tembok yang mengandung plasticizer menghambat proses penguapan.
  • Tingginya kandungan air tanah di sekitar bangunan (terjadi kapilerisasi).

Pencegahan:

  • Pastikan tidak terdapat kebocoran pada sistem pipa dan keretakan pada bangunan.
  • Tembok harus sudah kering sempurna sebelum dilakukan pengecatan.
  • Hindari mengaplikasikan plamuur ke seluruh permukaan tembok terutama area eksterior.
  • Lakukan pengecatan pada kondisi cuaca dan sirkulasi udara yang baik.

Perbaikan:

  • Perbaiki tembok yang mengalami keretakan dan kebocoran.
  • Jika daya lekat cat masih baik lakukan pengamplasan dan jika lapisan cat mengalami kerusakan lakukan pengerokan sampai ke permukaan tembok.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER atau PERMASEALER EXTREME PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir PERMACOAT MATTE FINISH atau PERMACOAT EXTERIOR.

   
Pertumbuhan jamur dan lumut yang ditandai dengan terbentuknya lapisan bertekstur yang berwarna, hitam atau hijau di atas permukaan lapisan cat.

Penyebab:

  • Pengecatan di lakukan pada permukaan tembok / ruangan yang tingkat kelembabannya tinggi .
  • Cat yang digunakan tidak mengandung anti jamur dan lumut atau konsentrasinya di dalam cat sangat rendah.
  • Pengecatan dilakukan di atas lapisan cat lama yang sudah berjamur/berlumut.

Pencegahan:

  • Atasi kelembaban ruangan dengan membuat sistem ventilasi udara yang baik.
  • Gunakan cat yang berkualitas baik dan mengandung anti jamur dan lumut.
  • Tembok harus dalam kondisi kering sebelum dilakukan pengecatan.
  • Hilangkan terlebih dahulu jamur dan lumut pada lapisan cat lama sebelum dilakukan pengecatan ulang.

Perbaikan:

  • Sikat dan bersihkan lapisan cat yang berjamur dengan menggunakan larutan Fungicidal, bilas dengan air bersih lalu dikeringkan.
  • Jika daya lekat cat masih baik lakukan pengamplasan dan jika lapisan cat mengalami kerusakan lakukan pengerokan sampai ke permukaan tembok.
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir sesuai kebutuhan.

  

Ditandai dengan terbentuknya lapisan cat yang lunak dan tidak dapat menering di permukaan tembok.

Penyebab:

Mengaplikasikan cat minyak /solventbased (umumnya cat alkyd) di permukaan tembok yang kadar alkalinya masih tinggi sehingga bahan perekat/resin di dalam cat tersebut bereaksi dengan garam alkali dan kelembaban sehingga mengalami kerusakan

Pencegahan:

  • Tembok harus dalam kondisi kering sebelum dilakukan pengecatan.
  • Hindari mengaplikasikan cat minyak / cat alkyd pada permukaan tembok yang kadar alkalinya masih tinggi.

Perbaikan:

  • Kerok dan bersihkan seluruh lapisan cat yang rusak sampai ke permukaan tembok dengan bantuan thinner alkyd , dan biarkan sampai kering.
  • Lakukan pengacian ulang pada tembok (sebaiknya menggunakan campuran semen aditif agar kadar alkali tembok tidak tinggi).
  • Aplikasikan cat dasar PERMASEALER ALKALI RESISTING PRIMER atau PERMASEALER EXTREME PRIMER.
  • Aplikasikan cat akhir PERMACOAT MATTE FINISH atau PERMACOAT EXTERIOR.

Ditandai dengan terbentuknya kerutan-kerutan pada bagian atas lapisan cat, sehingga menjadi berkulit. Umumnya hal ini terjadi pada cat minyak/solventbase (cat alkyd).

Penyebab:

  • Pengecatan dilakukan sekaligus tebal sehingga permukaan lapisan cat mengering lebih cepat dibandingkan lapisan cat bagian bawah.
  • Aplikasi cat antar lapisan terlalu cepat sehingga ketika lapisan cat yang pertama belum kering sempurna sudah tertutup oleh lapisan cat berikutnya.
  • Pengenceran (pemakaian thinner) yang tidak sesuai.

Pencegahan:

  • Gunakan cat dengan kualitas baik dan aplikasikan sesuai dengan yang direkomendasikan.
  • Aplikasikan cat tipis-tipis dengan jarak waktu pengeringan yang cukup untuk memberikan kesempatan setiap lapisan cat dapat mengering dengan sempurna.

Perbaikan:

  • Biarkan lapisan cat mengering dan mengeras secara keseluruhan.
  • Jika kerutan hanya terjadi di beberapa tempat dengan area yang tidak besar, bisa dilakukan pengamplasan untuk meratakannya.
  • Jika terjadi kerutan di seluruh permukaan bidang yang dicat, sebaiknya dikupas habis dan dilakukan pengecatan ulang.
  • Aplikasikan cat akhir DECOLUX WOOD AND METAL.

  

Ditandai dengan lapisan cat yang lunak/ lengket ketika ditekan dengan tangan dan meninggalkan jejak.

Penyebab:

  • Cat yang digunakan terlalu kental dan terlalu tebal pada saat diaplikan sehingga proses pengeringan menjadi lambat.
  • Pengecatan dilakukan pada kondisi cuaca yang mendung, lembab dan basah sehingga memperlambat proses penguapan

Pencegahan:

  • Gunakan cat dengan kualitas baik dan aplikasikan sesuai dengan yang direkomendasikan.
  • Aplikasikan cat tipis-tipis dengan jarak waktu pengeringan yang cukup untuk memberikan kesempatan setiap lapisan cat dapat mengering dengan sempurna.
  • Hindari pengecatan pada kondisi cuaca kurang baik.
  • Pastikan sirkulasi udara berjalan baik selama proses pengecatan.

Perbaikan:
Bantu proses pengeringan dengan bantuan alat pemanas, kipas angin, dan mengatur sistem udara. Tetapi hindari pemanasan yang terlalu berlebihan untuk menghindari terjadinya wrinkling pada lapisan cat.